Fakta Demo Cinta Damai 4 november 2016

1. Polisi Melantunkan Asmaul-husna di Depan Peserta Demo


Petugas keamanan yang berada di hadapan para peserta demo 4 November menampungkan tangan di depan dada. Dengan perlahan, mereka melantunkan asmaul-husna di depan para pendemo di kawasan Istana Merdeka, Jumat (4/11/2016).

Para polisi tampak khusuk membacakan asmaul-husna itu. Mereka memejamkan mata. Sebagian dari mereka menundukkan kepala. Setelah selesai membaca asmaul-husna, para pendemo melanjutkan orasi mereka.

Baca Juga : Perbedaan Demo Cinta damai 2 desember dengan 4 november-Fakta demo cinta damai 2 desember

Belum selesai mereka berorasi, para polisi kembali mengucapkan istigfar. Kemudian, polisi kembali melantunkan asmaul-husna. Peserta demo 4 November yang sudah “panas” kembali terdiam. Mereka mendengarkan lantunan asmaul-husna yang dilantunkan polisi.

Antara polisi dan pendemo dipisahkan oleh pagar pembatas. Polisi juga memasang barier berduri di depan pagar pembatas itu. Pendemo tidak diizinkan untuk berunjuk rasa melewati pagar itu.

2. Bendera Aceh berkibar di tengah demo Ahok


Ratusan ribu ormas Islam berdemo di Istana Negara terkait kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebelum menggelar aksi sebagian massa berkumpul di Masjid Istiqlal.

Ada bendera Aceh yang menyerupai Gerakan Aceh Merdeka yang dikibarkan oleh sekelompok pemuda yang diduga FPI Aceh. Tak hanya itu, bahkan para pemuda yang mengenakan baju putih-putih itu membentangkan spanduk yang berisi ancaman Aceh bakal pisah dari NKRI.

“Bila NKRI dipimpin oleh Pembela Ahok, Maka kami bangsa Aceh akan menuntut pisah dari NKRI,” tulis spanduk tersebut yang terdapat logo FPI Aceh.

Terkait itu, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengatakan polisi sudah mengamankan dan mengambil bendera serta spanduk tersebut. Iriawan pun telah menyampaikan temuan itu ke Pimpinan FPI Habib Rizieq.

“Saya sudah sampaikan ke Habib Rizieq kenapa itu bisa terjadi. Karena saya menuntut apa yang disampaikan oleh korlap bahwa tidak akan ada provokasi,” kata Iriawan di Monas.

3. Amien Rais, Fadli Zon, Fahri Hamzah, dan Habib Rizieq berada dalam satu mobil komando


Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyampaikan orasinya dalam “Aksi Bela Islam” yang berlangsung di depan Istana Negara, Jakarta, Jumat (4/11/2016).

Aksi itu digalang untuk mendesak proses hukum terkait pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diduga bermuatan penistaan agama.

Dalam orasinya, Fadli mempertanyakan sikap Presiden Jokowi dalam menyikapi kasus Ahok.

“Apakah Presiden belum melihat dan mendengar keinginan sebagian rakyat, apakah Presiden masih mau menutup mata dalam aksi terbesar dalam sejarah kita?” kata Fadli saat berorasi dari atas mobil bak terbuka di depan Istana Negara, Jumat.

Ia menyatakan, tuntutan massa yang hadir sangat sederhana, yakni tegakkan hukum seadilnya terhadap Ahok yang kini telah dilaporkan oleh masyarakat.

Fadli menegaskan, dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa semua warga negara setara kedudukannya di hadapan hukum.

“Ahok bersalah dan melakukan penistaan terhadap agama, tegakkanlah hukum walau langit runtuh,” tutur Fadli yang langsung disambut tepuk tangan massa yang memenuhi jalanan di depan Istana.

Ia menambahkan, Presiden saat dilantik telah diberikan mandat oleh rakyat dan hal itu termaktub dalam konstitusi.

“Ini rakyat datang dari Sabang – Merauke dengan biaya sendiri, maka terimalah kedatangan kami,” lanjut Fadli.

Saat jumpa pers di Kompleks Parlemen Senayan, Fahri mengaku ikut berunjuk rasa untuk memenuhi undangan.

“Karena kami diundang. Tugas anggota Dewan secara umum adalah memenuhi undangan masyarakat. Tentu kehadiran kami ditunggu masyarakat, baik konstitusi langsung maupun tidak langsung,” kata Fahri.

Adapun Fadli menegaskan bahwa keberangkatan dirinya, Fahri, dan beberapa anggota Dewan hari ini adalah atas nama wakil rakyat.

“Atas nama wakil rakyat. Enggak ada istilah lembaga ikut demo. Ini atas nama wakil rakyat,” ujar Fadli.

4. Mulan Jameela, Ahmad Dhani ikut demo Ahok di depan Istana


Musisi senior Ahmad Dhani mendatangi lokasi aksi demonstrasi di depan Istana Negara, Jakarta. Dhani datang dengan didampingi sang istri, Mulan Jamella.

Di hadapan para demonstran, pentolan Republik Cinta Manajemen itu berorasi. Dalam orasinya, Dhani menuding pemerintah telah membela Ahok dalam beberapa kasus. Di antaranya, kasus reklamasi dan Sumber Waras.

“Ahok boleh dibela oleh pemerintah dalam kasus sumber waras kita diam, Ahok boleh dibela oleh pemerintah soal reklamasi kami diam,” kata Dhani di Depan Istana Negara, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (4/11).

Selain itu, Dhani juga meminta agar pemerintah kali ini tidak lagi membela Ahok. “Tapi kalau soal agama dihina, ingat kami tidak akan diam,” timpal dia.

Di hadapan demonstran, Dhani pun menghujat pemerintah. Dia menyebut pemerintah idiot jika membela Ahok.

“Kalau pemerintah membela Gubernur idiot berarti pemerintah idiot,” pungkas Dhani.

Baca Juga : Enaknya Jaman Soeharto daripada Jaman Sekarang
                     Fakta Ekonomi Era Soeharto dengan Jaman Jokowi

5. Aksi terpuji pendemo punguti sampah yang berserakan


Di tengah ribuan massa organisasi keagamaan yang menggelar unjuk rasa di sekitar kawasan Monas, seorang wanita paruh baya mencuri perhatian dengan aksi terpujinya. Wanita itu diketahui bernama Yuli. Dia berinisiatif mengambil sampah plastik yang bertebaran sepanjang jalur long march dari Masjid Istiqlal menuju Istana Negara.

Yuli sengaja membawa kantung plastik hitam besar khusus sampah. Awalnya dia hanya seorang diri memunguti sampah air mineral yang berserakan. Seorang pemuda, Adi (25) yang melihat aksi Yuli tertarik membantunya memunguti sampah. Adi beralasan, tindakannya ini untuk membuktikan bahwa demo yang dilakukan umat muslim tidak anarkis. Umat Islam peduli dengan kebersihan.

“Dari tadi kita teriak untuk jangan asal buang sampah sembarangan. Bawa sampah masing-masing kalau udah ketemu tempat sampah baru dibuang disitu,” kata Adi.

Mendengar penyataan Adi, Ibu Yuli tertawa. Dia menuturkan pentingnya kesadaran terhadap lingkungan apalagu jika dilakukan oleh kaum muda.

“Yang kayak begini harusnya bisa dicontoh. Jangan cuma ngotorin aja,” ucap bu Yuli.

6. Peserta demo beri Polwan berjilbab Bunga Hingga berfoto bersama


Polwan berjilbab yang menjaga aksi demo di depan Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, cukup menarik perhatian massa, Jumat (4/11/2016).

Beberapa demonstran tampak meminta untuk berfoto bersama dengan para polwan yang berjaga. Mereka menyambut baik demonstran yang ingin berfoto tersebut.

Salah satu polwan, Bripda Icmi, mengatakan, hal tersebut merupakan bagian dari bentuk pelayanan mereka. “Iya, ini pelayanan prima kita,” ujar Icmi.

Tak hanya diajak berfoto, Icmi menyebut banyak demonstran yang memberi mereka bunga. Icmi pun masih memegang bunga tersebut.

“Tadi pukul 15.00-an yang ngasih bunga. Banyak tadi yang ngasih, cuma tadi ada yang kita kasih lagi,” kata Icmi.

Para polwan ini sudah berjaga sejak Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Hingga pukul 17.45 WIB, mereka masih terus berjaga.

7. “Pasukan Hijau” Menjaga Taman pada Demo 4 November


Di taman di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, tujuh orang warga tampak duduk santai, Jumat (4/11/2016) sore. Mereka adalah “pasukan hijau” atau petugas harian lepas (PHL) dari Dinas Pemakaman dan Pertamanan DKI Jakarta.

Dua perempuan dan tujuh orang laki-laki itu tengah menikmati makanan dan minuman sambil beristirahat. Salah satu PHL, Mustopha (30), mengatakan, mereka bertugas seperti biasa pada hari Jumat ini.

Sejak pagi, mereka sudah mengerjakan tugasnya.

“Sebelum ada acara ini (demonstrasi) kerja dulu, sapu-sapu,” ujar Mustopha.

Siang harinya, pada saat massa demonstran mulai bergerak melewati Jalan Medan Merdeka Selatan menuju Istana Negara, “pasukan hijau” itu tetap berjaga taman di sana.

Menurut Mustopha, para PHL lainnya juga menjaga taman-taman yang dilewati para demonstran.

“Di jalur demo ini dijaga, kami standby aja,” kata dia.

Mustopha menuturkan, massa demonstran cukup tertib selama melewati Jalan Medan Merdeka Selatan.

“Lumayan tertib,” kata Mustopha.

Saat massa melewati jalur demo yang memiliki taman, para demonstran memang saling mengingatkan agar tidak menginjak dan merusak taman. Peringatan juga diberitahukan lewat pengeras suara dari mobil komando.

“Tolong jangan nginjek-nginjek taman ya,” kata seorang demonstran mengingatkan rekan-rekannya.

8. Meski hanya punya satu kaki Pak Ahmad ikut demo Ahok

Ahmad  meski usia memasuki 60 tahun, masih tetap gigih melakukan aksi long march dalam unjuk rasa di kawasan Jalan Medan Merdeka. Luar biasanya lagi, Achmad, kakek asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah itu melakukan long march dengan satu kaki.

Ahmad mengungkapkan, ketidaksempurnaan fisiknya itu tidak membuat tekadnya untuk datang ke Jakarta surut. Apalagi, Ahmad yang berprofesi guru itu berangkat dari Palangkaraya sendirian.

“Enggak masalah meski saya kondisinya begini. Karena ini sudah saya rasakan sejak kecil jadi saya tidak mau memusatkan pikiran saya kepada sakit saya,” ujar Ahmad, Jumat (4/11).

Ongkos yang dikeluarkan Ahmad dari Palangkaraya ke Jakarta pun disebutnya tidak murah, namun dia enggan menyebut berapa nominal biaya perjalanannya Palangkaraya – Jakarta – Palangkaraya.

Setibanya di Jakarta, Ahmad berkumpul dengan adik adiknya yang tinggal di Samarinda dan Surabaya.

Melihat gigihnya tekad Ahmad datang ke Jakarta, Saiful, adik kandung Ahmad sempat merasa cemas dengan niat kakaknya yang ingin datang ke Jakarta sendiri. Namun, dia menyadari watak kakaknya yang begitu gigih.

“Cemas pasti, tapi saya tahu watak abang saya gimana. Apalagi ini aksi bela agama, tidak ada ruginya,” tandasnya.

9. Sebanyak 15.341 PNS DKI Bolos Hari Ini


Ada sebanyak 15.341 pegawai negeri sipil (PNS) DKI Jakarta yang tidak masuk pada Jumat (4/11/2016) ini. Berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, dari 72.629 total PNS DKI Jakarta, ada 57.288 PNS DKI yang hadir.

“(Sebanyak) 1.121 pegawai tidak hadir dengan keterangan, tidak hadir tanpa keterangan 14.193 orang, dan 15.341 tidak hadir. Masih ada verifikasi lanjutan,” kata Sekretaris BKD DKI Jakarta Setyowidi Purnamasari di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat.

Adapun pada Jumat ini ada aksi unjuk rasa damai oleh sejumlah organisasi masyarakat maupun keagamaan. Mereka mendesak kepolisian mengusut kasus penistaan agama yang dituduhkan kepada calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Beberapa perusahaan atau instansi meliburkan karyawannya karena aksi ini. Namun, Pemprov DKI Jakarta tidak meliburkan para PNS.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menjelaskan akan menunggu verifikasi kehadiran pegawai hingga Sabtu (4/11/2016) mendatang.

“Verifikasi besok akan diumumkan,” kata Sumarsono. (Baca: Polisi Lantunkan “Asmaul-husna” di Depan Peserta Demo 4 November)

Pemprov DKI Jakarta berpedoman pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Dia menegaskan, sanksi akan ditegakkan kepada semua pegawai tanpa pandang bulu.

“Pada bulan-bulan berikutnya, kalau ada pelanggaran, langsung ke SP-2. Pegawai yang kena SP-2 sudah penurunan pangkat,” kata Sumarsono.

10. Polisi dan Pendemo Jumatan Bersama di Depan Istana


Pendemo di depan Istana Merdeka menggelar tikar dan alas lain di depan Taman Pandang Istana, Jumat (4/11/2016). Mereka melakukan shalat Jumat berjamaah. Mereka tampak duduk bersila sambil membuka alquran. Beberapa orang berdiri berorasi sebelum shalat dimulai.

Salah satu pendemo mengatakan mereka bertayamum sebelum shalat Jumat. “Kami tayamum,” ujar mereka.

Mereka shalat dengan dibatasi pagar. Di depan pagar, ada barrier kawat duri dua lapis. Sebelum shalat, salah seorang pendemo mengumandangkan azan dengan menggunakan pengeras suara yang mereka bawa.

Setelah itu, salah satu dari mereka berkhotbah di depan para pendemo. Saat pendemo berkhotbah, polisi kemudian mengatur barisan untuk mengikuti shalat berjamah.

Pukul 11.52 WIB, shalat pun dimulai. Pendemo dan polisi untuk menjalankan shalat Jumat yang diimami oleh salah seorang pendemo.

11. Tinggalkan Istana Lewat Pintu Belakang Presiden Jokowi “Blusukan” ke Bandara Soekarno-Hatta


Presiden Joko Widodo, Jumat (4/11/2016) siang, meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan. Mobil RI 1 meninggalkan Istana tidak melewati pintu depan, Jalan Medan Merdeka Utara. Melainkan melalui pintu belakang, Jalan Veteran.

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo membenarkan Presiden Joko Widodo meninggalkan Kompleks Istana, Jakarta, Jumat (4/11/2016) siang. Presiden, kata Johan, blusukan ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Banten.

“Presiden melakukan kunjungan ke Bandara Soekarno-Hatta dalam rangka meninjau perkembangan pembangunan infrastruktur transportasi, terutama progres pembangunan kereta bandara,” ujar Johan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi turut dalam blusukan tersebut. Kepergian Presiden ke bandara berbeda dengan pernyataan Presiden, Kamis kemarin.

Dalam sesi wawancara di beranda Istana Merdeka, Jokowi mengaku tetap berada di Jakarta sepanjang Jumat ini. “Yang jelas saya ada di Jakarta,” ujar Presiden.

Johan menambahkan, aktivitas Presiden pada Jumat ini berjalan seperti biasa. Aktivitas Presiden tidak terganggu unjuk rasa yang digelar di depan Istana.

“Pagi tadi Presiden menerima beberapa menteri, yakni Mensesneg dan Seskab, tentu berkaitan dengan tugas dan pekerjaannya masing-masing,” ujar Johan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s